" Hatiku sedalam puisi Sapardi "
Hatiku sedalam puisi Sapardi
Mengalun lirih bersama biola dan suara Tatyana
Bersuarakan rasa rindu yang menjelma sendiri
Senyap namun indah
-------------------
Hatiku Selembar Daun
hatiku selembar daun
melayang jatuh di rumput;
nanti dulu,
biarkan aku sejenak tebaring di sini;
ada yang masih ingin kupandang,
yang selama ini senantiasa luput;
sesaat adalah abadi
sebelum kausapu tamanmu setiap pagi.
Sapardi Djoko Damono
Dilagukan oleh Dua Ibu pada album Gadis Kecil.
Friday, July 08, 2005
Saturday, July 02, 2005
KangHarry
" Salut Kang Harry! "
Ketika saya mendapati next episode Maestro yang harus saya kerjakan adalah profil almarhum Harry Roesli, sontak saja saya bingung tentang apa yang akan saya ceritakan mengenai ketokohannya sebagai musisi Indonesia.
Meskipun sudah pernah diangkat untuk program INDRA yang lain, Top Legend, pihak sponsor merasa perlu mengangkat Kang Harry, kali ini untuk Maestro. Hmm...Harry Roesli ya? Coba saya pikirkan dulu sebentar.
Tanpa melihat tayangan Top Legend lebih dahulu, karena saya ingin ide saya orisinil, dan sebelum membaca artikel-artikel Kang Harry di kliping-kliping, yang ada dalam bayangan saya cuma, Kang Harry adalah pencipta musik kontemporer yang syair dan musiknya aneh, tidak bisa dimengerti, dan membuat saya tidak tertarik, bahkan tidak suka sama sekali. Ketika dia tampil dalam sebuah infotainment menyanyikan sebuah lagu kritik sosial, saya waktu itu cuma bergumam, nyanyi apa sih nih Harry Roesli? Jadi, meski saya tahu Kang Harry Doktor lulusan sekolah musik di luar negeri, saya sudah lebih dulu menjudge musik Kang Harry tidak istimewa, sehingga saya bingung mau cerita apa dan dari mana. Bahkan fikiran jahat saya sudah berbisik, hmm...apa karena permintaan sponsor maka Kang Harry bisa diprofilkan sebagai Maestro? Tapi, the show must go on. Episode ini tetap harus dikerjakan dengan sebaik-baiknya. Kalau tidak reputasi saya bisa dipertanyakan oleh produser saya.
Kemungkinan besar saya akan menceritakan sisi Kang Harry sebagai musisi berdedikasi tinggi, mengingat perhatian dia pada anak jalanan yang ditampung di rumahnya di Jl. Supratman No. 57, Bandung, untuk diajarkan bermain musik secara benar. Dan itu membuat saya salut. Dan tentu saja keberanian dia mengkritik pemerintah orde baru, yang waktu itu jarang dilakukan musisi-musisi kita, kecuali mau merasai hotel prodeo seperti yang sempat dialami Kang Harry.
Lalu ketika saya mulai masuk ruang editing untuk menyusun roughcut, rasa ketertarikan saya mulai terbit ketika melihat footage Kang Harry saat tampil dalam sebuah konser yang ia garap. Ternyata, musik Kang Harry istimewa, sangat spesial. Dia jago sekali mengawinkan musik tradisi dengan musik modern. Alat-alat musik seperti gamelan, suling, rebab, degung, tambah memikat saat melagu bersama gitar, bass, drum, dan perkusi. Dengan musisi lebih dari 30-40an orang, musik Kang Harry menjadi perkawinan harmonisasi antara musik Karawitan Sunda, musik Tarling, gamelan Bali, dengan musik Jazz, Pop, Rock, bahkan Country. Man...orang ini dahsyat! Saya jadi keasyikan mendengarkan musik-musiknya dan menunda memilih sound-up wawancara. Wuh, kali ini saya yang semangat membuat profilnya!
Ah! Sungguh saya jadi menyesal belum pernah sekalipun melihat aksi panggung Kang Harry selama ini, bahkan untuk tahu musik-musik gubahannya sekalipun. Bahkan saya juga tidak berkesempatan mewawancarainya. Dulu, pernah ia dimintai komentar untuk salah satu profil Maestro, tapi bukan saya reporternya. Padahal, banyak orang memuji pribadinya yang hangat dan humoris. Dan pasti menyenangkan bisa akrab dan ngobrol banyak dengan Kang Harry yang meski berdarah Minang, tapi logatnya meni sunda pisan itu.
Kekaguman saya bertambah ketika saya melihat footage anak-anak jalanan didikan Kang Harry dan seniman-seniman di sanggar Depot Kreasi Seni Bandung, atau beken dengan nama DeKaeSBe. Saya cuma bisa geleng-geleng kepala, antara terharu dan bangga, melihat anak-anak berumur sekitar 8-15 tahun itu mahir memainkan perangkat kerjanya sebagai pengamen, seperti biola, perkusi, gitar, dan ukulele, dan memainkan musik-musik populer. Ketika saya baca di klipingan, sekitar 4000 anak jalanan dan pemulung yang sudah dibina Kang Harry sebagai 'orang tua asuh' untuk bisa memainkan musik dengan baik, dan bahkan menyekolahkan beberapa dari mereka. WOW! 4000 man....gila!
Jadi, jika suatu saat kita ketemu pengamen-pengamen cilik di persimpangan lampu merah Bandung, yang fasih menyanyikan sebuah lagu berbahasa Spanyol (saya tidak tahu judulnya), Kopi Dangdut, bahkan lagu milik Bond dan Santana, bisa jadi mereka lah anak-anak didik jebolan 'sekolah' musik Kang Harry.
Ah, Kang Harry. Maafkan saya yang sudah sok tahu men-judge musik Kang Harry tidak enak dan tidak menarik. Sungguh, cuma karena kepicikan saya, yang membuat saya under-estimate Kang Harry. Duh! Saya benar-benar merasa bersalah jadinya. Moga-moga, untuk 'menebus' kesalahan saya, saya bisa menggarap profil Kang Harry dengan sebaik-baiknya, supaya orang lain yang mungkin punya pemikiran bodoh seperti saya, tahu bahwa Kang Harry itu hebat, musik Kang Harry itu indah, dan banyolan Kang Harry sungguh menyenangkan. Meski untuk sebagian orang yang kena kritikan pedas Kang Harry, Kang Harry itu menyebalkan! :)
Semoga Kang Harry yang sudah dipanggil Allah SWT tanggal 11 Desember 2004, tenang di sisi Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Dan, semoga setiap kali orang merasa rindu dengan sosok Kang Harry, dengan kejenakaan dan lirik-lirik pedas Kang Harry, akan semakin melipat gandakan amalan Kang Harry di sisi-Nya, amin.
ps :
Profil Kang Harry akan ditayangkan, insya Allah, hari Sabtu, tanggal 16 Juli 2005 di Metro TV, jam 21.05-21.30.
Meskipun sudah pernah diangkat untuk program INDRA yang lain, Top Legend, pihak sponsor merasa perlu mengangkat Kang Harry, kali ini untuk Maestro. Hmm...Harry Roesli ya? Coba saya pikirkan dulu sebentar.
Tanpa melihat tayangan Top Legend lebih dahulu, karena saya ingin ide saya orisinil, dan sebelum membaca artikel-artikel Kang Harry di kliping-kliping, yang ada dalam bayangan saya cuma, Kang Harry adalah pencipta musik kontemporer yang syair dan musiknya aneh, tidak bisa dimengerti, dan membuat saya tidak tertarik, bahkan tidak suka sama sekali. Ketika dia tampil dalam sebuah infotainment menyanyikan sebuah lagu kritik sosial, saya waktu itu cuma bergumam, nyanyi apa sih nih Harry Roesli? Jadi, meski saya tahu Kang Harry Doktor lulusan sekolah musik di luar negeri, saya sudah lebih dulu menjudge musik Kang Harry tidak istimewa, sehingga saya bingung mau cerita apa dan dari mana. Bahkan fikiran jahat saya sudah berbisik, hmm...apa karena permintaan sponsor maka Kang Harry bisa diprofilkan sebagai Maestro? Tapi, the show must go on. Episode ini tetap harus dikerjakan dengan sebaik-baiknya. Kalau tidak reputasi saya bisa dipertanyakan oleh produser saya.
Kemungkinan besar saya akan menceritakan sisi Kang Harry sebagai musisi berdedikasi tinggi, mengingat perhatian dia pada anak jalanan yang ditampung di rumahnya di Jl. Supratman No. 57, Bandung, untuk diajarkan bermain musik secara benar. Dan itu membuat saya salut. Dan tentu saja keberanian dia mengkritik pemerintah orde baru, yang waktu itu jarang dilakukan musisi-musisi kita, kecuali mau merasai hotel prodeo seperti yang sempat dialami Kang Harry.
Lalu ketika saya mulai masuk ruang editing untuk menyusun roughcut, rasa ketertarikan saya mulai terbit ketika melihat footage Kang Harry saat tampil dalam sebuah konser yang ia garap. Ternyata, musik Kang Harry istimewa, sangat spesial. Dia jago sekali mengawinkan musik tradisi dengan musik modern. Alat-alat musik seperti gamelan, suling, rebab, degung, tambah memikat saat melagu bersama gitar, bass, drum, dan perkusi. Dengan musisi lebih dari 30-40an orang, musik Kang Harry menjadi perkawinan harmonisasi antara musik Karawitan Sunda, musik Tarling, gamelan Bali, dengan musik Jazz, Pop, Rock, bahkan Country. Man...orang ini dahsyat! Saya jadi keasyikan mendengarkan musik-musiknya dan menunda memilih sound-up wawancara. Wuh, kali ini saya yang semangat membuat profilnya!
Ah! Sungguh saya jadi menyesal belum pernah sekalipun melihat aksi panggung Kang Harry selama ini, bahkan untuk tahu musik-musik gubahannya sekalipun. Bahkan saya juga tidak berkesempatan mewawancarainya. Dulu, pernah ia dimintai komentar untuk salah satu profil Maestro, tapi bukan saya reporternya. Padahal, banyak orang memuji pribadinya yang hangat dan humoris. Dan pasti menyenangkan bisa akrab dan ngobrol banyak dengan Kang Harry yang meski berdarah Minang, tapi logatnya meni sunda pisan itu.
Kekaguman saya bertambah ketika saya melihat footage anak-anak jalanan didikan Kang Harry dan seniman-seniman di sanggar Depot Kreasi Seni Bandung, atau beken dengan nama DeKaeSBe. Saya cuma bisa geleng-geleng kepala, antara terharu dan bangga, melihat anak-anak berumur sekitar 8-15 tahun itu mahir memainkan perangkat kerjanya sebagai pengamen, seperti biola, perkusi, gitar, dan ukulele, dan memainkan musik-musik populer. Ketika saya baca di klipingan, sekitar 4000 anak jalanan dan pemulung yang sudah dibina Kang Harry sebagai 'orang tua asuh' untuk bisa memainkan musik dengan baik, dan bahkan menyekolahkan beberapa dari mereka. WOW! 4000 man....gila!
Jadi, jika suatu saat kita ketemu pengamen-pengamen cilik di persimpangan lampu merah Bandung, yang fasih menyanyikan sebuah lagu berbahasa Spanyol (saya tidak tahu judulnya), Kopi Dangdut, bahkan lagu milik Bond dan Santana, bisa jadi mereka lah anak-anak didik jebolan 'sekolah' musik Kang Harry.
Ah, Kang Harry. Maafkan saya yang sudah sok tahu men-judge musik Kang Harry tidak enak dan tidak menarik. Sungguh, cuma karena kepicikan saya, yang membuat saya under-estimate Kang Harry. Duh! Saya benar-benar merasa bersalah jadinya. Moga-moga, untuk 'menebus' kesalahan saya, saya bisa menggarap profil Kang Harry dengan sebaik-baiknya, supaya orang lain yang mungkin punya pemikiran bodoh seperti saya, tahu bahwa Kang Harry itu hebat, musik Kang Harry itu indah, dan banyolan Kang Harry sungguh menyenangkan. Meski untuk sebagian orang yang kena kritikan pedas Kang Harry, Kang Harry itu menyebalkan! :)
Semoga Kang Harry yang sudah dipanggil Allah SWT tanggal 11 Desember 2004, tenang di sisi Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Dan, semoga setiap kali orang merasa rindu dengan sosok Kang Harry, dengan kejenakaan dan lirik-lirik pedas Kang Harry, akan semakin melipat gandakan amalan Kang Harry di sisi-Nya, amin.
ps :
Profil Kang Harry akan ditayangkan, insya Allah, hari Sabtu, tanggal 16 Juli 2005 di Metro TV, jam 21.05-21.30.
Thursday, June 23, 2005
dua ibu
" Musikalisasi Puisi Dua Ibu "
Kemarin sore, sebelum saya berangkat ke kantor, saya seperti merasa harus segera mengecek website Neenoy begitu sampai. Entah kenapa, tapi yang pasti, saya ingin tahu apakah saya kelewat atau tidak, acara Musikalisasi Puisi Sapardi Djoko Damono, yang beberapa minggu lalu sempat dikatakan Neenoy. Cuma saya lupa begitu saja. Dan kemarin itu, tiba-tiba seperti 'diingatkan' lagi, langsung saya buka internet.
Pertama website saya dulu. Meski belum posting blog terbaru, saya ingin tahu apakah ada comment atau isian guestbook baru hari ini. Tidak selalu ada sih, cuma senang saja mengeceknya setiap hari. Lalu, benar saja saya menemukan comment pada posting terakhir bertambah satu. Ternyata Neenoy. Cuma tanya, "Besok kamis malam, datang ke acara sdd di wappres bulungan, gak?" Waduh! saya seperti kesetrum rasanya dan refleks berteriak panik ke semua orang; "Ini hari apa? Ini hari apa? Ini hari Kamis bukan???"
Duh! Alhamdulillah! Untung saja kan saya 'menemukan' pesan Neenoy saat hari H-nya! Ah, kalau tidak, terlewat sudah moment yang saya tunggu-tunggu sejak dua tahun yang lalu itu.
Tapi kepanikan saya belum berakhir. Duh! Gimana cara menghubungi Neenoy nih! No HP-nya aja ngga tahu! Gimana mau tahu kalau acara MSDD benar-benar malam ini?? Dan jam berapa pula??
Ah, ada akal! Telpon Erly! Dan benar aja, bapak Erly Bahaswan is on the way ke Warung Apresiasi Bulungan dan kasih tahu kalau nanti disana ngga cuma mentas tapi juga peluncuran album terbaru Reda Gaudiamo (Reda) dan Tatyana (Nana) yang tergabung dalam Dua Ibu, berjudul Gadis Kecil. Wah! Ini nih yang ditunggu-tunggu, wahai ibu-ibu!
So, rencana untuk menyusun roughcut Maestro agak dikesampingkan sebentar. Biar saya kerjakan sepulang dari sana saja. Rasanya masih ada waktu. Dan berangkatlah saya tepat jam 7.15 malam -karena ternyata hujan lebat sekali- setelah sempat balik ke kantor karena dompet ketinggalan (duh!). Kalau bukan karena saya pengin beli CD terbarunya, saya mungkin tidak akan balik arah dalam suasana hujan seperti itu. Untung area Kemang sedang bersahabat jadi saya bisa ngebut sesekali mengejar waktu! Di jalan tiba-tiba dapat SMS dari Neenoy. Ah, pasti ibu itu sudah ketemu Erly disana. Untung disana masih acara makan-makan, jadi perkiraan saya acara utama baru mulai sekitar jam 8. Masih ada waktu untuk balik ke kantor dulu!
Setelah memakan waktu 15 menitan dari Kemang ke Pejaten, lalu 15 menit juga dari Pejaten kembali ke Kemang, mampir beli baterai alkaline di pojokan Circle-K untuk kamera digital saya. Meski tadi siang sempat ke JPC sebentar untuk beli baterai rechargeable, ternyata saya kelupaan bawa recharge-nya! How perfect!
Dan untunglah (dasar orang Jawa!), meski kelewatan 15 menitan dari jam 8 malam, saya toh tidak kehilangan kesempatan mendengarkan lagu dari puisi favorit saya -dan banyak orang tentunya- "Aku Ingin". Puisi yang membuat saya jatuh cinta karena kedalaman maknanya. Wuhuy!
Setelah say hi -kenalan lebih tepatnya- ke Neenoy, yang sudah duduk manis, dan say hi ke Erly dan berkenalan dengan Linda, istrinya, bertenggerlah saya tepat di hadapan para punggawa MSDD. Sampai selesai.
--- pause ---
Rasanya ada yang lebih berharga kali ini buat saya datang ke acara tersebut. Bukan berarti acara tahun 2003 yang lalu tidak berharga. Cuma kali ini ada yang berbeda. Rasa persahabatan. Ini yang baru saya sadari setelah pulang dari acara MSDD.
Apalah artinya sejenak saya lupakan pekerjaan kantor yang sebenarnya harus saya lakukan, jika ternyata saya akhirnya bisa ketemu langsung dengan Neenoy, yang sebenarnya sudah lama saya kenal, meski hanya dari blog nya. Dan karena acara ini pula, akhirnya kita 'bertemu' lagi setelah dua tahun yang lewat kita belum kesempatan untuk ketemu muka, meski saya dan Neenoy datang pada acara yang sama. Hanya waktu itu saya harus bekerja mendokumentasikan Pak Sapardi untuk profil Maestro, jadi tidak mungkin 'beredar' dan bersay hi. Dan kebetulan sekali, saya 'menemukan' Neenoy juga tanpa sengaja, ketika browsing ke google, mencari nama pak Sapardi Djoko Damono.
Lalu, lewat acara ini pula saya dua tahun lalu bisa 'copy darat' dengan Erly, yang sebelumnya sudah lama saya kenal lewat blog juga. Erly pula yang mempromosikan puisi-puisi Pak Sapardi yang memang membuat saya jatuh cinta pada akhirnya.
Atau dengan apa yang saya alami berikut ketika 11 lagu usai diperdengarkan.
Segera setelah dua ibu itu selesai menyanyikan lagu terakhir, Sajak Kecil Tentang Cinta, dua kali, karena penonton tidak ingin selesai begitu saja, saya menghampiri Pak Sapardi. Sebelumnya saya beli CD Gadis Kecil seharga 50 ribu each, sebelum kehabisan. Dan, ada moment yang membuat saya senang dan terharu. Bahwa ternyata Pak Sapardi, idola saya itu, masih ingat dengan saya. Padahal sudah lebih dari 2 tahun saya tidak bertemu si bapak. Setengah haru yang lain muncul karena saya melihat Pak Sapardi sudah terlihat semakin tua sekarang, dan tambah kurus. Masih dengan topi petnya yang khas. Tidak lama-lama, saya bajak si bapak untuk tanda-tangani CD yang saya beli dan foto lagi. Lagi? Ya, karena saya sudah pernah foto-foto beberapa kali dengan Pak Sapardi sebelumnya. Hmm...ketagihan nih!
Lalu, setelah selesai dengan Pak Sapardi, saya hampiri sang 'Dua Ibu' bersama Neenoy. Dan ternyata, meskipun nama Neenoy dan para blogger sempat mendapat ucapan terima kasih di atas stage oleh mBak Nana, ternyata beliau-beliau baru bertemu muka ya baru saat itu. Sempat heboh sebentar setelah Neenoy memperkenalkan Waterflow-nya ke Mbak Reda. Karena, Neenoy lah yang 'memaksa' Dua Ibu untuk benar-benar serius menggarap album Musikalisasi Puisi SDD setelah album Hujan Bulan Juni (1990) dan Hujan Dalam Komposisi (1996). Apa pasal? Karena si ibu dua ini iseng-iseng browsing pengin tahu apakah ada penggemar lagu-lagu mereka di luar sana. Dan terperangahlah mereka, bahwa ternyata secara diam-diam di kalangan blogger banyak penggemar yang menunggu-nunggu, dan diam-diam nge-fans dengan lagu-lagu MSDD. Dan karena 'provokasi' Neenoy pula, lewat blog nya, yang banyak menulis tentang 'rencana' peluncuran album ketiga Dua Ibu, yang membuat banyak orang antusias tidak sabar menunggu. So, Neenoy bisa dianggap sang manager Dua Ibu di belantara internet.
Di luar dunia Blogger, sebenarnya nama Reda dan Nana sudah dikenal sejak lama, paling tidak seperti yang ditulis di press release, dua perempuan ini sudah terlibat dalam beberapa kegiatan/produksi musikalisasi puisi sejak tahun 1987 dalam rangka untuk lebih mengakrabkan puisi pada masyarakat luas, khususnya kalangan muda. Setelah dua kali terlibat dalam Apresiasi Sastra Depdikbud tahun 1987 dan 1988, baru pada peluncuran album musikalisasi puisi Sapardi Djoko Damono, lagu-lagu mereka mendapat sambutan hangat.
Album Hujan Bulan Juni habis terjual 2500 copies dalam waktu kurang dari seminggu, dan kemudian diperbanyak lagi sebanyak 1500 copies. Lalu pada tahun 1996, diluncurkan album kedua Hujan Dalam Komposisi sebanyak 2000 copies, pada penyelenggaraan Pentas Musikalisasi Puisi Sapardi Djoko Damono di Graha Bhakti Budaya TIM dan di The Japan Foundation tahun 1997. Dan semuanya habis terjual.
Tentu saja, berbeda dengan para pecinta puisi yang beruntung telah mengenal lagu dan larik-larik puisi Pak Sapardi sejak akhir tahun 80-an, saya baru mengenal beliau tahun 2003, itupun karena saya harus meliput beliau untuk program Maestro. Beruntung saya bisa menyaksikan penampilan Mbak Reda dan Mbak Nana di Warung Apresiasi Bulungan waktu itu, yang membuat saya langsung jatuh cinta dan kasih komentar sedikit di blog mermaidslife.
Kembali ke cerita saya yang tadi menghampiri Dua Ibu dengan Neenoy.
Saya yang berdiri di belakang Neenoy (pastinya) tidak sabar untuk juga menyapa Dua Ibu dan mengucapkan selamat, terutama Mbak Nana, karena selain pernah kirim comment setelah membaca ulasan acara Musikalisasi SDD saya di mermaidslife, saya juga pernah mewawancarai mbak Nana sebagai narasumber Pak Sapardi. So, saya cuma mengulurkan tangan saya sambil bilang, "Masih ingat ngga Mbak?" sambil dalam hati saya akan menyebut url blog saya kalo beliau ini sudah tidak ingat lagi. Eh ternyata...
"Dissi yah??", kata Mbak Nana dengan mata membelalak. Dan hebohlah Mbak Nana yang langsung menyambut hangat tangan saya, plus ditambah cium pipi kiri-kanan, dan memperkenalkan saya ke Mbak Reda, "Ini nih, yang Maestro itu.." Aduh! Padahal saya cuma mau promosiin mermaidslife.com aja loh Mbak! hahaha...
So, kita ngobrol sebentar, foto-foto untuk mengabadikan moment dan minta tanda-tangan juga tentunya! Karena waktu sudah mendekati jam 10 malam dan masih ada pekerjaan untuk menyusun roughcut Jan Mintaraga -seorang Komikus kondang tahun 70-an- yang saya tunda untuk acara ini, so kita semua pamit, sambil berjanji akan menonton penampilan Dua Ibu lagi nanti di TIM tanggal 21-22 Juli.
Di perjalanan menuju kantor yang lembab karena hujan lebat menjelang maghrib tadi, saya mensyukuri ketidaksengajaan saya menemukan comment Neenoy di website saya. Kalau tidak, hari-hari saya pasti berlalu begitu-begitu saja, dan terutama menyesali sudah melewati moment yang sudah saya tunggu-tunggu itu :)
Dan hujan malam ini menyeret ingatan saya ke acara dua tahun lalu, yang juga turun hujan meski rintik-rintik. Dan itu membuat saya tersenyum karena tiba-tiba ingat dengan puisi Pak Sapardi "Hujan Bulan Juni". Ah, Pak Sapardi paling tahu deh!
Acara ini terus terang, memberi makna berbeda buat saya, paling tidak menyegarkan pengalaman batin saya yang akhir-akhir ini dihabiskan begitu saja oleh pekerjaan. Bahwa persahabatan atau pertemanan bisa begitu indah, apalagi jika direkatkan dengan pengalaman yang unik. Dan kenyataan bahwa pertemanan ini terjadi karena direkatkan oleh BLOG, saya rasa sungguh luar biasa. Mengingat ada sebagian orang yang menganggap bahwa blog HANYA sekedar trend.
Trend? Masa sih? Hi Roy! *Ikut-ikutan Thomaz ;)
So, silahkan dinikmati foto-fotonya disini. Sayangnya, dua album yang dulu ngga mungkin dikeluarkan lagi karena terikat dengan project yang sudah lewat..:(
Oya, bagi siapapun yang tertarik mengkoleksi album Gadis Kecil, bisa datang ke Warung Apresiasi Bulungan, Blok M, atau di kios bukunya Mas Jose Rizal di pojok kanan TIM. Atau mau email Dua Ibu? Silahkan layangkan ke : duaibu@hotmail.com
Setiap pembelian satu keping CD sebesar Rp. 50.000 akan disisihkan Rp. 5000 untuk anak-anak yang kurang beruntung.
Ok then...Ready to see the next performance, people? Jangan lupa tanggal 21-22 bulan Juli yah!
DISCLAIMER:
Gadis Kecil
Produksi Dua Ibu® 2005
Recorded, mixed, mastered at Studio 15 by Leonard 'Nyo' Kristianto
Hak Cipta © Dua Ibu
www. duaibu.com
duaibu@hotmail.com
Album ini melibatkan karya banyak seniman. Hargai kerja seni ini dengan tidak menggandakan sendiri, meng-copy, men-share CD dengan alasan apapun.
Pertama website saya dulu. Meski belum posting blog terbaru, saya ingin tahu apakah ada comment atau isian guestbook baru hari ini. Tidak selalu ada sih, cuma senang saja mengeceknya setiap hari. Lalu, benar saja saya menemukan comment pada posting terakhir bertambah satu. Ternyata Neenoy. Cuma tanya, "Besok kamis malam, datang ke acara sdd di wappres bulungan, gak?" Waduh! saya seperti kesetrum rasanya dan refleks berteriak panik ke semua orang; "Ini hari apa? Ini hari apa? Ini hari Kamis bukan???"
Duh! Alhamdulillah! Untung saja kan saya 'menemukan' pesan Neenoy saat hari H-nya! Ah, kalau tidak, terlewat sudah moment yang saya tunggu-tunggu sejak dua tahun yang lalu itu.
Tapi kepanikan saya belum berakhir. Duh! Gimana cara menghubungi Neenoy nih! No HP-nya aja ngga tahu! Gimana mau tahu kalau acara MSDD benar-benar malam ini?? Dan jam berapa pula??
Ah, ada akal! Telpon Erly! Dan benar aja, bapak Erly Bahaswan is on the way ke Warung Apresiasi Bulungan dan kasih tahu kalau nanti disana ngga cuma mentas tapi juga peluncuran album terbaru Reda Gaudiamo (Reda) dan Tatyana (Nana) yang tergabung dalam Dua Ibu, berjudul Gadis Kecil. Wah! Ini nih yang ditunggu-tunggu, wahai ibu-ibu!
So, rencana untuk menyusun roughcut Maestro agak dikesampingkan sebentar. Biar saya kerjakan sepulang dari sana saja. Rasanya masih ada waktu. Dan berangkatlah saya tepat jam 7.15 malam -karena ternyata hujan lebat sekali- setelah sempat balik ke kantor karena dompet ketinggalan (duh!). Kalau bukan karena saya pengin beli CD terbarunya, saya mungkin tidak akan balik arah dalam suasana hujan seperti itu. Untung area Kemang sedang bersahabat jadi saya bisa ngebut sesekali mengejar waktu! Di jalan tiba-tiba dapat SMS dari Neenoy. Ah, pasti ibu itu sudah ketemu Erly disana. Untung disana masih acara makan-makan, jadi perkiraan saya acara utama baru mulai sekitar jam 8. Masih ada waktu untuk balik ke kantor dulu!
Setelah memakan waktu 15 menitan dari Kemang ke Pejaten, lalu 15 menit juga dari Pejaten kembali ke Kemang, mampir beli baterai alkaline di pojokan Circle-K untuk kamera digital saya. Meski tadi siang sempat ke JPC sebentar untuk beli baterai rechargeable, ternyata saya kelupaan bawa recharge-nya! How perfect!
Dan untunglah (dasar orang Jawa!), meski kelewatan 15 menitan dari jam 8 malam, saya toh tidak kehilangan kesempatan mendengarkan lagu dari puisi favorit saya -dan banyak orang tentunya- "Aku Ingin". Puisi yang membuat saya jatuh cinta karena kedalaman maknanya. Wuhuy!
Setelah say hi -kenalan lebih tepatnya- ke Neenoy, yang sudah duduk manis, dan say hi ke Erly dan berkenalan dengan Linda, istrinya, bertenggerlah saya tepat di hadapan para punggawa MSDD. Sampai selesai.
--- pause ---
Rasanya ada yang lebih berharga kali ini buat saya datang ke acara tersebut. Bukan berarti acara tahun 2003 yang lalu tidak berharga. Cuma kali ini ada yang berbeda. Rasa persahabatan. Ini yang baru saya sadari setelah pulang dari acara MSDD.
Apalah artinya sejenak saya lupakan pekerjaan kantor yang sebenarnya harus saya lakukan, jika ternyata saya akhirnya bisa ketemu langsung dengan Neenoy, yang sebenarnya sudah lama saya kenal, meski hanya dari blog nya. Dan karena acara ini pula, akhirnya kita 'bertemu' lagi setelah dua tahun yang lewat kita belum kesempatan untuk ketemu muka, meski saya dan Neenoy datang pada acara yang sama. Hanya waktu itu saya harus bekerja mendokumentasikan Pak Sapardi untuk profil Maestro, jadi tidak mungkin 'beredar' dan bersay hi. Dan kebetulan sekali, saya 'menemukan' Neenoy juga tanpa sengaja, ketika browsing ke google, mencari nama pak Sapardi Djoko Damono.
Lalu, lewat acara ini pula saya dua tahun lalu bisa 'copy darat' dengan Erly, yang sebelumnya sudah lama saya kenal lewat blog juga. Erly pula yang mempromosikan puisi-puisi Pak Sapardi yang memang membuat saya jatuh cinta pada akhirnya.
Atau dengan apa yang saya alami berikut ketika 11 lagu usai diperdengarkan.
Segera setelah dua ibu itu selesai menyanyikan lagu terakhir, Sajak Kecil Tentang Cinta, dua kali, karena penonton tidak ingin selesai begitu saja, saya menghampiri Pak Sapardi. Sebelumnya saya beli CD Gadis Kecil seharga 50 ribu each, sebelum kehabisan. Dan, ada moment yang membuat saya senang dan terharu. Bahwa ternyata Pak Sapardi, idola saya itu, masih ingat dengan saya. Padahal sudah lebih dari 2 tahun saya tidak bertemu si bapak. Setengah haru yang lain muncul karena saya melihat Pak Sapardi sudah terlihat semakin tua sekarang, dan tambah kurus. Masih dengan topi petnya yang khas. Tidak lama-lama, saya bajak si bapak untuk tanda-tangani CD yang saya beli dan foto lagi. Lagi? Ya, karena saya sudah pernah foto-foto beberapa kali dengan Pak Sapardi sebelumnya. Hmm...ketagihan nih!
Lalu, setelah selesai dengan Pak Sapardi, saya hampiri sang 'Dua Ibu' bersama Neenoy. Dan ternyata, meskipun nama Neenoy dan para blogger sempat mendapat ucapan terima kasih di atas stage oleh mBak Nana, ternyata beliau-beliau baru bertemu muka ya baru saat itu. Sempat heboh sebentar setelah Neenoy memperkenalkan Waterflow-nya ke Mbak Reda. Karena, Neenoy lah yang 'memaksa' Dua Ibu untuk benar-benar serius menggarap album Musikalisasi Puisi SDD setelah album Hujan Bulan Juni (1990) dan Hujan Dalam Komposisi (1996). Apa pasal? Karena si ibu dua ini iseng-iseng browsing pengin tahu apakah ada penggemar lagu-lagu mereka di luar sana. Dan terperangahlah mereka, bahwa ternyata secara diam-diam di kalangan blogger banyak penggemar yang menunggu-nunggu, dan diam-diam nge-fans dengan lagu-lagu MSDD. Dan karena 'provokasi' Neenoy pula, lewat blog nya, yang banyak menulis tentang 'rencana' peluncuran album ketiga Dua Ibu, yang membuat banyak orang antusias tidak sabar menunggu. So, Neenoy bisa dianggap sang manager Dua Ibu di belantara internet.
Di luar dunia Blogger, sebenarnya nama Reda dan Nana sudah dikenal sejak lama, paling tidak seperti yang ditulis di press release, dua perempuan ini sudah terlibat dalam beberapa kegiatan/produksi musikalisasi puisi sejak tahun 1987 dalam rangka untuk lebih mengakrabkan puisi pada masyarakat luas, khususnya kalangan muda. Setelah dua kali terlibat dalam Apresiasi Sastra Depdikbud tahun 1987 dan 1988, baru pada peluncuran album musikalisasi puisi Sapardi Djoko Damono, lagu-lagu mereka mendapat sambutan hangat.
Album Hujan Bulan Juni habis terjual 2500 copies dalam waktu kurang dari seminggu, dan kemudian diperbanyak lagi sebanyak 1500 copies. Lalu pada tahun 1996, diluncurkan album kedua Hujan Dalam Komposisi sebanyak 2000 copies, pada penyelenggaraan Pentas Musikalisasi Puisi Sapardi Djoko Damono di Graha Bhakti Budaya TIM dan di The Japan Foundation tahun 1997. Dan semuanya habis terjual.
Tentu saja, berbeda dengan para pecinta puisi yang beruntung telah mengenal lagu dan larik-larik puisi Pak Sapardi sejak akhir tahun 80-an, saya baru mengenal beliau tahun 2003, itupun karena saya harus meliput beliau untuk program Maestro. Beruntung saya bisa menyaksikan penampilan Mbak Reda dan Mbak Nana di Warung Apresiasi Bulungan waktu itu, yang membuat saya langsung jatuh cinta dan kasih komentar sedikit di blog mermaidslife.
Kembali ke cerita saya yang tadi menghampiri Dua Ibu dengan Neenoy.
Saya yang berdiri di belakang Neenoy (pastinya) tidak sabar untuk juga menyapa Dua Ibu dan mengucapkan selamat, terutama Mbak Nana, karena selain pernah kirim comment setelah membaca ulasan acara Musikalisasi SDD saya di mermaidslife, saya juga pernah mewawancarai mbak Nana sebagai narasumber Pak Sapardi. So, saya cuma mengulurkan tangan saya sambil bilang, "Masih ingat ngga Mbak?" sambil dalam hati saya akan menyebut url blog saya kalo beliau ini sudah tidak ingat lagi. Eh ternyata...
"Dissi yah??", kata Mbak Nana dengan mata membelalak. Dan hebohlah Mbak Nana yang langsung menyambut hangat tangan saya, plus ditambah cium pipi kiri-kanan, dan memperkenalkan saya ke Mbak Reda, "Ini nih, yang Maestro itu.." Aduh! Padahal saya cuma mau promosiin mermaidslife.com aja loh Mbak! hahaha...
So, kita ngobrol sebentar, foto-foto untuk mengabadikan moment dan minta tanda-tangan juga tentunya! Karena waktu sudah mendekati jam 10 malam dan masih ada pekerjaan untuk menyusun roughcut Jan Mintaraga -seorang Komikus kondang tahun 70-an- yang saya tunda untuk acara ini, so kita semua pamit, sambil berjanji akan menonton penampilan Dua Ibu lagi nanti di TIM tanggal 21-22 Juli.
Di perjalanan menuju kantor yang lembab karena hujan lebat menjelang maghrib tadi, saya mensyukuri ketidaksengajaan saya menemukan comment Neenoy di website saya. Kalau tidak, hari-hari saya pasti berlalu begitu-begitu saja, dan terutama menyesali sudah melewati moment yang sudah saya tunggu-tunggu itu :)
Dan hujan malam ini menyeret ingatan saya ke acara dua tahun lalu, yang juga turun hujan meski rintik-rintik. Dan itu membuat saya tersenyum karena tiba-tiba ingat dengan puisi Pak Sapardi "Hujan Bulan Juni". Ah, Pak Sapardi paling tahu deh!
Acara ini terus terang, memberi makna berbeda buat saya, paling tidak menyegarkan pengalaman batin saya yang akhir-akhir ini dihabiskan begitu saja oleh pekerjaan. Bahwa persahabatan atau pertemanan bisa begitu indah, apalagi jika direkatkan dengan pengalaman yang unik. Dan kenyataan bahwa pertemanan ini terjadi karena direkatkan oleh BLOG, saya rasa sungguh luar biasa. Mengingat ada sebagian orang yang menganggap bahwa blog HANYA sekedar trend.
Trend? Masa sih? Hi Roy! *Ikut-ikutan Thomaz ;)
So, silahkan dinikmati foto-fotonya disini. Sayangnya, dua album yang dulu ngga mungkin dikeluarkan lagi karena terikat dengan project yang sudah lewat..:(
Oya, bagi siapapun yang tertarik mengkoleksi album Gadis Kecil, bisa datang ke Warung Apresiasi Bulungan, Blok M, atau di kios bukunya Mas Jose Rizal di pojok kanan TIM. Atau mau email Dua Ibu? Silahkan layangkan ke : duaibu@hotmail.com
Setiap pembelian satu keping CD sebesar Rp. 50.000 akan disisihkan Rp. 5000 untuk anak-anak yang kurang beruntung.
Ok then...Ready to see the next performance, people? Jangan lupa tanggal 21-22 bulan Juli yah!
DISCLAIMER:
Gadis Kecil
Produksi Dua Ibu® 2005
Recorded, mixed, mastered at Studio 15 by Leonard 'Nyo' Kristianto
Hak Cipta © Dua Ibu
www. duaibu.com
duaibu@hotmail.com
Album ini melibatkan karya banyak seniman. Hargai kerja seni ini dengan tidak menggandakan sendiri, meng-copy, men-share CD dengan alasan apapun.
Wednesday, June 15, 2005
Ha! Visited Thomaz' site and found an interesting toy. Which Guru Are You quiz. So here I am. Thanks Thomz!

Below is my answers. Have no idea why Shaun Inman is my result. I don't think I'd be a good Javascript's Guru. I even don't understand how to write except to copy and paste! haha...
Contrary to Thomaz who regularly visits his Guru's blog, I can't recall whether I have or haven't visited Inman's blog yet, though his name is quite familiar to me.
What do you secretly wish you were instead of a web designer?
Photographer
Kids?
I want five!
What aspect of web design turns you on the most?
Writing the content
If you could only write about one subject on your blog, what would it be?
Myself
If you're not in front of your computer, what are you doing?
Thinking about being back at my computer
How often do you blog?
Once a month
Below is my answers. Have no idea why Shaun Inman is my result. I don't think I'd be a good Javascript's Guru. I even don't understand how to write except to copy and paste! haha...
Contrary to Thomaz who regularly visits his Guru's blog, I can't recall whether I have or haven't visited Inman's blog yet, though his name is quite familiar to me.
What do you secretly wish you were instead of a web designer?
Photographer
Kids?
I want five!
What aspect of web design turns you on the most?
Writing the content
If you could only write about one subject on your blog, what would it be?
Myself
If you're not in front of your computer, what are you doing?
Thinking about being back at my computer
How often do you blog?
Once a month
Friday, June 10, 2005
Wah ada hal-hal menarik yang tumbenan ada di kepala gue...
1. Ada BERITA BESAR buat fans SKID ROW *dancing on the floor*. Denger-denger dari temen gue yang denger Radio Mustang Jakarta, mereka akan buat konser di Jakarta Agustus nanti. YEAP! KONSER SKIDROW DI INDONESIA!!! WUAAAAHHH!!! YIIEEPPPIIIEEE!!! Duh! Excited bangged gak seh kedengerannya???
Kalo itu terjadi dan bukan isapan jempol belaka...moga-moga travelling warning udah ngga ada, moga-moga biarpun ada mereka tetep dateng, moga-moga ngga ada bom atau apapun, moga-moga GUE BISA NONTON!!! Dan moga-moga gue bisa foto bareng Rachel Bolan idolaku!!! hohoho!! ( Tapi gue cek di websitenya, bulan Agustus 2005, Skidrow masih di Texas...gimana sih??)
2. Kalo ngga ada kerjaan, gue suka iseng nyoba-nyoba searching ke Google atau masukin nama domain di toolbar dengan satu nama yang ada di kepala gue. Nah, terinspirasi sama kasus domainnya KilkBCA yang heboh dulu itu, iseng-iseng gue cari tau, kalo gue masukin nama gugel.com atau googel.com, apa yang terjadi yah? Nah, ternyata domain gugel langsung direct ke satu provider webdomain, sedangkan nama googel direct ke Google.com yang asli. TERNYATA, satu temen kantor yang found out kerjaan gue itu, kasih info penting bahwa, JANGAN COBA-COBA ISENG masukin nama GOOKLE.COM, karena menurut sumber yang dia baca, itu GUDANGNYA VIRUS. Nah, karena segala info harus dicari sumber sahihnya, akhirnya gue searching lagi, kali ini pakai google asli. Hasilnya begini:
Menurut sumber lain sih, gookle.com udah ngga aktif lagi. Yang penasaran silahkan klik sendiri dan yang udah tau, sori yak kalo basi. Masalahnya guenya yang baru tau siihh...hihii...itu juga karena iseng-iseng toh? Dan untuuuunggg.....aja...bukan nama gugel atau googel.com yang jadi sumber virus! Bisa-bisa gue jadi kapok iseng mainin nama-nama domain! hahaha...
3. Ide gue tentang satu program disetujui sama Produser! Yihaaaa....Setelah di-combine dengan idenya dia sendiri, plus melihat pasar yang sepi dengan konsep beginian, gue sekarang tinggal mikir gimana cari bahan baku yang valid dan representatif dengan konsep program, digodok yang mateng, dibumbuin biar sedep, dihias dikit biar yahud, trus bikin demo-tape deehh..! Doain yaaaa....moga-moga kali ini ada sesuatu yang bisa bikin gue bahagia karena menghasilkan sesuatu di dunia PH! Not merely a damned machine!! :D
Udah gitu doang sih...tapi lumayan kan? daripada baca puisi cinta gue terus! hehehe...
1. Ada BERITA BESAR buat fans SKID ROW *dancing on the floor*. Denger-denger dari temen gue yang denger Radio Mustang Jakarta, mereka akan buat konser di Jakarta Agustus nanti. YEAP! KONSER SKIDROW DI INDONESIA!!! WUAAAAHHH!!! YIIEEPPPIIIEEE!!! Duh! Excited bangged gak seh kedengerannya???
Kalo itu terjadi dan bukan isapan jempol belaka...moga-moga travelling warning udah ngga ada, moga-moga biarpun ada mereka tetep dateng, moga-moga ngga ada bom atau apapun, moga-moga GUE BISA NONTON!!! Dan moga-moga gue bisa foto bareng Rachel Bolan idolaku!!! hohoho!! ( Tapi gue cek di websitenya, bulan Agustus 2005, Skidrow masih di Texas...gimana sih??)
2. Kalo ngga ada kerjaan, gue suka iseng nyoba-nyoba searching ke Google atau masukin nama domain di toolbar dengan satu nama yang ada di kepala gue. Nah, terinspirasi sama kasus domainnya KilkBCA yang heboh dulu itu, iseng-iseng gue cari tau, kalo gue masukin nama gugel.com atau googel.com, apa yang terjadi yah? Nah, ternyata domain gugel langsung direct ke satu provider webdomain, sedangkan nama googel direct ke Google.com yang asli. TERNYATA, satu temen kantor yang found out kerjaan gue itu, kasih info penting bahwa, JANGAN COBA-COBA ISENG masukin nama GOOKLE.COM, karena menurut sumber yang dia baca, itu GUDANGNYA VIRUS. Nah, karena segala info harus dicari sumber sahihnya, akhirnya gue searching lagi, kali ini pakai google asli. Hasilnya begini:
" According to security specialist F-Secure, unsuspecting Web surfers may be bombarded with various types of Trojan horse threats, spyware and backdoors when they go to "Googkle.com." The scheme is meant to take advantage of sloppy or hurried typists, given that on most keyboards the letter "k" key sits next to the "l" needed to type "Google."
"In an advisory, F-Secure strongly advises people not to go to Googkle.com. People who do so will see two pop-ups linked to Web sites that install the Trojan programs. One of the programs is a phishing-style Trojan that attempts to garner individuals' online banking information, while another drops phony antivirus alerts on the victim's desktop that attempt to lure people to other infected Web sites."Sumber dari: CNET News.com, tanggal 27 Juni 2005, followed dari The Unofficial Google Weblog
Menurut sumber lain sih, gookle.com udah ngga aktif lagi. Yang penasaran silahkan klik sendiri dan yang udah tau, sori yak kalo basi. Masalahnya guenya yang baru tau siihh...hihii...itu juga karena iseng-iseng toh? Dan untuuuunggg.....aja...bukan nama gugel atau googel.com yang jadi sumber virus! Bisa-bisa gue jadi kapok iseng mainin nama-nama domain! hahaha...
3. Ide gue tentang satu program disetujui sama Produser! Yihaaaa....Setelah di-combine dengan idenya dia sendiri, plus melihat pasar yang sepi dengan konsep beginian, gue sekarang tinggal mikir gimana cari bahan baku yang valid dan representatif dengan konsep program, digodok yang mateng, dibumbuin biar sedep, dihias dikit biar yahud, trus bikin demo-tape deehh..! Doain yaaaa....moga-moga kali ini ada sesuatu yang bisa bikin gue bahagia karena menghasilkan sesuatu di dunia PH! Not merely a damned machine!! :D
Udah gitu doang sih...tapi lumayan kan? daripada baca puisi cinta gue terus! hehehe...
Subscribe to:
Posts (Atom)