" In Absentia for a while "
Uh! Paling bahagia deh kalo pada suatu siang hari bolong, denger sapaan orang, "Kuliah dimana Mbak?" hihihi...tapi paling bete kalo dipanggil, "Bu, bu.." ih! memangnya aku ibumu??? *gaya Tasya*
Besok pagi jam 09.00-10.00 berangkat liputan luar kota (tergantung seberapa ngaretnya gue). Tujuan pertama ke Surabaya, sekitar 3 hari-an kayaknya, soalnya narasumbernya cuma Bubi Chen dan keluarga, ngga ada tambahan narasumber lain. Kalo Oom Bubi jadi ke Semarang buat manggung, dan dirasa waktunya cukup, mungkin mampir bentar buat stock shot. Selanjutnya bablas ke Solo, buat wawancara Ki Manteb, mungkin sekitar 4 hari disana. Wawancara Gesang juga buat minta komentar tentang Kusbini. Baru kalo dah kelar semuah, cabut ke Jogja, garap empat Maestro, sekitar 2 mingguan disana.
Udah janjian sama Thomas dan Erika buat ketemuan nanti. Moga-moga ketemu yah, bapak-bapak ibu-ibu sekalian...seneng deh, akhirnya gak bengang-bengong aja di kamar hotel nontonin channel Prancis...hehehe...
Baru balik dari belanja-belenji di Super Indo Cinere Mall bareng nyoks dan adek2 tercinta buat beli keperluan ibu-ibu. Trus dilanjutkan makan malem di Seafood depan RS Fatmawati. Ceritanya mah farewell party before gue berangkat besok (meskipun akhirnya makan-makannya dibayarin adek gue yang tajir itu...hehe...dia gak tega liat kakaknya yang rada-rada berat buka dompetnya!! *tampang polos*).
Dua hari kemaren, nemenin Fazte yang lagi wira-wiri di Jakarta. Sabtu kita ngopi di Bakoel PIM, bareng Rani dan Adi yang dateng belakangan, trus nyambung minum-minum di Regal. (Aaarrggghhh!!! gue ngeliat Nicholas Saputra!!! gue ngeliat Nicholas Saputra!!! aaarrrghhhh!!! *membuka tangan lebar-lebar*... Eh asli, malu-maluin tapi, dengkul gue lemes euy! hahaha...mampus! Mau minta tanda tangan, malu kita sama umur! hehe...*mikir*...hmmm...wait a minute...apa perlu gue akal-akalin nih, sok-sok mau wawancara dia buat jadi narasumbernya Maestro? ;) *muka iblis*...nice try Diz for the next time!! ;)
Lalu pada hari Minggu ketemuan bareng Ange dan A di Dapur Sunda Cipete, ngomongin projectnya Fazte ma A. Sore jam 3 lanjut ke Holland Education Fair, yang ajigile sedikit amet sih booth-nya??? Nyari program buat Journalism aja ngga ada satupun, apalagi yang lebih spesifik tentang Media atau TV Production. Tanya kiri-kanan, ujung-ujung musti lewat internet juga...:P ngapain ada pameran kalo begituh Serr?? hu uh...ini keburu padam semangatnya inih...
Trus menjelang sore, ketemuan di Jl. Bangka V Keramat Pela sama Jaya, sodara kembar gue yang ketemu gede (tanggal, bulan, dan taun lahirnya sama), Emil ceweknya, dan H yang mau nganterin kado dari kakaknya buat gue. Haha-hihi sampe bada' Isya trus gue ma Fazte cabut makan nasi goreng kambing NGK di samping gedung Anteve di Rasuna Said, sebelum dia cabut balik ke Bandung. Bagi penggemar NGK, jangan ngaku-ngaku penggemar NGK sejati, kalo belom nyobain yang satu ini. Tob banget kayak nasi kebuli. Lebih murah lagi dari NGK Kebon Sirih! Meskipun porsi nasinya cuma setengah dari porsi yang biasa gue makan, alias, dikit banget sih bang!!! Tapi enaknya...hmmm...*mupeng mode on*...Malemnya dapet surprise, temen dari India, si Raj nelfon. Waahh...baru dirasani iki...cuma ber-haha-hehe haha-hehe 5 menit-an, ngasih tau kalo sekarang dia gak ikut exam macem-macem, tapi udah mulai cari kerja. Baguslah...
Ya syu atuh mau laporan gitu ajah...sori yah, kalo akhir-akhir ini weblog gue lagi beraaatt banget...iya, iya, pulangnya deh gue beresin tuh scriptnya...udah minta petunjuk sama saudara Erly sih, cuma pengejawantahannya aja yang ngga sempet lagi.
Oke deh kakak, saya mau pamit dulu ke luar kota, selamat bertemu lagi insya Allah tiga minggu dari sekarang...
Dadagh Jakartaku yang sumpek bin ngeselin tapi ngangenin itu...apalagi makanannya!!
Dadagh cuaca Jakarta yang lagi enak-enaknya buat ngelamun *sambil dengerin Norah Jones*
Dadagh Mamah, Bapak, Opih, Mpit, Yu Karpi di rumah...jangan pada berantem yah! Tunggulah aku membawa oleh-oleh dari tanah seberang...(apa yah? bakpia? salak pondoh? rrr...atau suami? hihi...*muka najong*)
Eh lupaaa!!! SELAMAT ULANG TAUN THOMAS CHAYAAAAANNNGGGGG!!! Ke berapa yah?? Hmm...enak ngga yah kalo di publish disini berapa umur loe yang sebenarnya?? hehehehe...*kabuuuur*
Monday, January 27, 2003
Friday, January 24, 2003
Kali ini, gue pengin ngomong lebih serius, dengan bahasa yang lebih 'dewasa' (Gara-gara baru baca 4 lembar Akar-nya Dee!). Sorry if it's too heavy to load the page. I'm about to move the old posts to Thought instead. But not now. Isinya di satu sisi mungkin terlalu terbuka, terlalu blak-blakan, but hell, who needs privacy in this blogging world? I'll take the risk this time. Just I need someone to listen now.
" Thank's God It's Friday! "
Tidak disangka, setengah hari ini aku mengalami bermacam-macam hal yang rasanya begitu kaya mewarnai batin. Ini salah satunya. Tidak istimewa sebenarnya, karena hanya berisi keluhan, penyesalan, kemarahan bercampur dengan kekosongan, ketidakberdayaan, dan kegelisahan yang ternyata masih terus berperang di dalam. Rasa yang tiba-tiba datang, entah dari mana, yang membuatku tidak tahu harus bagaimana menghadapi diriku sendiri.
Tiba-tiba saja saat memandang refleksi ketika merias diri, sungguh sangat tiba-tiba, seperti suara datang menegurku, berdengung di kepalaku,
"Kalau Tuhan MAU, bisa saja 'dia' datang kembali padamu. Kalau Tuhan MAU, bisa saja Ia membalikkan hatinya seperti dulu, semudah membalikkan telapak tangan. Tetapi saat ini, kali ini, Tuhan TIDAK mau. Mungkin bukan kamu penyebabnya, tetapi mungkin Tuhan memiliki rencana-Nya sendiri, dan rencana untukmu BUKAN dengan dirinya."
Bang! Suara itu menyentak kesadaranku, berdentum di kepala dan terus terngiang-ngiang. Tanpa terasa dadaku terasa sangat sesak, dan mataku terasa panas. Aku pun tidak memerlukan waktu lebih lama lagi untuk bersimpuh kehadapan-Nya, menyesali diri yang begitu lemah dan tidak berdaya menghadapi keegoisan dirinya sendiri, tetapi begitu keras-kepala untuk tidak meminta pertolongan. Aku sungguh menyesal sekali. Menyesal memiliki prasangka sedemikian buruknya, dengan menghentikan doa dan permohonanku, hanya karena aku merasa kecewa dan putus asa karena merasa Ia tidak menyetujui permintaanku.
Aku tidak tahu bagaimana awalnya 'suara' seperti itu bisa tiba-tiba datang, karena aku sendiri memang sudah tidak mau memikirkan 'dia' yang aku sebut di atas. Dan rasanya, aku tidak habis bermimpi buruk malam sebelumnya. Hanya mungkin, mungkin karena saat itu aku sedang mencerna, sedang menganalisa, sedang...ah ya! Aku memang sempat merindukannya...sedikit, karena aku tidak membiarkan diriku dikuasai perasaan itu lagi.
Ia muncul seiring keingintahuanku akan keberadaan dirinya, saat tiba-tiba aku teringat dengan kata-kata yang pernah ia ucapkan. Bukan kata-kata cinta atau semacamnya, hanya ucapan khas-nya yang membangkitkan ingatanku padanya. Pada saat yang sama, satu lagu dari Soundtrack AADC, Suara Hati Seorang Kekasih, sedang mengalun, automatically membawa fikiranku pada satu adegan AADC saat dimana musik itu dimainkan. Tanpa sadar perasaanku ikut terhanyut. Tetapi ternyata hal itu malah membangkitkan 'kericuhan' dalam fikiran dan hatiku. Memicu kemarahan tetapi juga kerinduanku padanya. Aku coba mengacuhkannya, mencoba mengusir 'Si Jahat' itu jauh-jauh dari fikiranku, meskipun sedikit hatiku terbersit pengharapan ia akan datang lagi, dan meskipun akhirnya aku menuliskan ini.
Life Must Go On
Menyakitkan saat tiba-tiba aku ingat setiap katamu
Saat kucoba bertahan atas kenyataan yang kau tinggalkan
Saat kumampu bernafas lagi tanpa dirimu
Saat kucoba membencimu hanya untuk melupakanmu
Mungkin memang tak mampu aku melupakanmu
Meskipun betapa ingin aku melepaskanmu
Meskipun malam menyelimuti siang, siang menyelimuti malam
Sepanjang waktu yang tenyata tetap menyiksaku
Tetapi hidup harus tetap bergulir
Dan aku ingin melanjutkan hidupku
Meskipun sesaknya kerap tersisa
Tetapi aku akan bertahan, pasti
Friday/Jan 23, 2003/10.13 am
Tidak ada yang ingin kubahas dari orang itu. Aku hanya ingin menceritakan bahwa entah kenapa kalimat "Kalau Tuhan MAU" lebih menggetarkan hatiku saat itu, tidak seperti sebelumnya dimana aku lebih memperhatikan kalimat "Tetapi Tuhan TIDAK MAU" yang kemudian melahirkan penyesalan dan pertanyaan-pertanyaan menggugat; "Mengapa?", "Bukankah?" yang terus aku pertanyakan.
Gugatan dan pertanyaan yang tiada henti itu membuatku lelah dan terus gelisah. Aku marah, tetapi tanpa sadar aku mempermalukan diriku sendiri dengan bersikap seperti itu. Aku menjadi hamba yang pamrih dan menghitung-hitung perbuatan seperti seorang pedagang yang menghitung untung-rugi. Sesuatu yang seharusnya, sepantasnya aku lakukan dengan sukarela dan ikhlas, seiring dengan cintaku yang bertambah pada-Nya. Tetapi ternyata cintaku hanya di permukaan, sungguh memalukan. Aku seperti berputar-putar pada lingkaran yang sama, dengan kemarahan yang aku fikir telah terkikis dengan berjalannya waktu, tetapi ternyata jalan yang ingin kulewati tidak menyediakan pintu-pintu yang mampu kutembus. Kekeraskepalaanku membuatku terus terpelanting, dan kemudian aku tidak berdaya. Kelelahan.
Mungkin kali ini memang teguran. Karena kalimat seperti itu sudah sering berkecamuk di hati dan otakku. Selalu aku cari jawabannya, menggunakan LOGIKA dan NILAI-NILAI yang kuyakini. Tetapi pada saat yang sama pula, aku terus menolaknya dan beragumentasi bahwa Tuhan pasti tidak ingin hambanya cepat menyerah, aku harus terus mencoba bagaimanapun juga. FIKIRAN inilah yang kemudian menjustifikasi kengototanku, kekeraskepalaanku, untuk terus menengok ke belakang, terus berharap dan berharap, meskipun aku SADAR bahwa kemungkinan gagal pasti ada, selalu ada. Dan terus terang ini menghabiskan energiku untuk bergerak maju ke depan.
Aku tidak mengerti mengapa aku seperti ini, sekeras ini memperlakukan diriku, memasukkan diriku sendiri ke dalam masalah, yang sesungguhnya aku berkuasa untuk memilih jalan lain yang lebih mudah. Sungguh aku tidak mengerti. Hal ini yang terkadang membuatku lelah menjadi diriku sendiri, lelah berperang dengan kengototanku, lelah mendengar argumen antara hati dan fikiran, juga lelah dibodohi orang lain yang tahu mengenai hal ini. Terus terang, aku berlipat-lipat kali membodohi diriku sendiri.
Tetapi siang ini, kali ini, bukan fikiran lagi yang berbicara tetapi HATI. Tapi aku meyakini bahwa suara itu bukan datang dari hatiku, juga bukan dari keinginanku, karena aku tahu apa keinginanku. Ini teguran, teguran yang teramat halus sebelum aku benar-benar terperosok dan tersandung, sebelum aku menjadi gila dan putus asa menghadapi keegoan diriku. Sesungguhnya aku harus menyerah pada kenyataan bahwa aku BUKAN siapa-siapa, aku TIDAK tahu apa-apa, dan aku TIDAK berkuasa apa-apa dalam hidupku. Agaknya hati dan otakku mulai searah dalam memberikan penguatan.
Aku sering mendengar, Iman itu berfluktuasi. Ada kalanya ia meningkat, adakalanya ia menurun. Mungkin saat ini saat yang tepat untuk memperbaiki keimananku, memperbaiki sikapku terhadap setiap peristiwa yang terjadi pada hidupku. Saatnya untuk menundukkan kepala, tidak meminta tetapi banyak memberi, dan yang pasti tanpa pamrih. Sesuatu yang sepertinya mudah tapi pasti sangat berat, saat nanti keimananku mencapai titik yang terendah. Karena itu aku harus berlari cepat dan tidak menoleh ke belakang lagi. Sesuatu yang pasti, aku merasa bahagia sekarang.
" Thank's God It's Friday! "
Tidak disangka, setengah hari ini aku mengalami bermacam-macam hal yang rasanya begitu kaya mewarnai batin. Ini salah satunya. Tidak istimewa sebenarnya, karena hanya berisi keluhan, penyesalan, kemarahan bercampur dengan kekosongan, ketidakberdayaan, dan kegelisahan yang ternyata masih terus berperang di dalam. Rasa yang tiba-tiba datang, entah dari mana, yang membuatku tidak tahu harus bagaimana menghadapi diriku sendiri.
Tiba-tiba saja saat memandang refleksi ketika merias diri, sungguh sangat tiba-tiba, seperti suara datang menegurku, berdengung di kepalaku,
"Kalau Tuhan MAU, bisa saja 'dia' datang kembali padamu. Kalau Tuhan MAU, bisa saja Ia membalikkan hatinya seperti dulu, semudah membalikkan telapak tangan. Tetapi saat ini, kali ini, Tuhan TIDAK mau. Mungkin bukan kamu penyebabnya, tetapi mungkin Tuhan memiliki rencana-Nya sendiri, dan rencana untukmu BUKAN dengan dirinya."
Bang! Suara itu menyentak kesadaranku, berdentum di kepala dan terus terngiang-ngiang. Tanpa terasa dadaku terasa sangat sesak, dan mataku terasa panas. Aku pun tidak memerlukan waktu lebih lama lagi untuk bersimpuh kehadapan-Nya, menyesali diri yang begitu lemah dan tidak berdaya menghadapi keegoisan dirinya sendiri, tetapi begitu keras-kepala untuk tidak meminta pertolongan. Aku sungguh menyesal sekali. Menyesal memiliki prasangka sedemikian buruknya, dengan menghentikan doa dan permohonanku, hanya karena aku merasa kecewa dan putus asa karena merasa Ia tidak menyetujui permintaanku.
Aku tidak tahu bagaimana awalnya 'suara' seperti itu bisa tiba-tiba datang, karena aku sendiri memang sudah tidak mau memikirkan 'dia' yang aku sebut di atas. Dan rasanya, aku tidak habis bermimpi buruk malam sebelumnya. Hanya mungkin, mungkin karena saat itu aku sedang mencerna, sedang menganalisa, sedang...ah ya! Aku memang sempat merindukannya...sedikit, karena aku tidak membiarkan diriku dikuasai perasaan itu lagi.
Ia muncul seiring keingintahuanku akan keberadaan dirinya, saat tiba-tiba aku teringat dengan kata-kata yang pernah ia ucapkan. Bukan kata-kata cinta atau semacamnya, hanya ucapan khas-nya yang membangkitkan ingatanku padanya. Pada saat yang sama, satu lagu dari Soundtrack AADC, Suara Hati Seorang Kekasih, sedang mengalun, automatically membawa fikiranku pada satu adegan AADC saat dimana musik itu dimainkan. Tanpa sadar perasaanku ikut terhanyut. Tetapi ternyata hal itu malah membangkitkan 'kericuhan' dalam fikiran dan hatiku. Memicu kemarahan tetapi juga kerinduanku padanya. Aku coba mengacuhkannya, mencoba mengusir 'Si Jahat' itu jauh-jauh dari fikiranku, meskipun sedikit hatiku terbersit pengharapan ia akan datang lagi, dan meskipun akhirnya aku menuliskan ini.
Life Must Go On
Menyakitkan saat tiba-tiba aku ingat setiap katamu
Saat kucoba bertahan atas kenyataan yang kau tinggalkan
Saat kumampu bernafas lagi tanpa dirimu
Saat kucoba membencimu hanya untuk melupakanmu
Mungkin memang tak mampu aku melupakanmu
Meskipun betapa ingin aku melepaskanmu
Meskipun malam menyelimuti siang, siang menyelimuti malam
Sepanjang waktu yang tenyata tetap menyiksaku
Tetapi hidup harus tetap bergulir
Dan aku ingin melanjutkan hidupku
Meskipun sesaknya kerap tersisa
Tetapi aku akan bertahan, pasti
Friday/Jan 23, 2003/10.13 am
Tidak ada yang ingin kubahas dari orang itu. Aku hanya ingin menceritakan bahwa entah kenapa kalimat "Kalau Tuhan MAU" lebih menggetarkan hatiku saat itu, tidak seperti sebelumnya dimana aku lebih memperhatikan kalimat "Tetapi Tuhan TIDAK MAU" yang kemudian melahirkan penyesalan dan pertanyaan-pertanyaan menggugat; "Mengapa?", "Bukankah?" yang terus aku pertanyakan.
Gugatan dan pertanyaan yang tiada henti itu membuatku lelah dan terus gelisah. Aku marah, tetapi tanpa sadar aku mempermalukan diriku sendiri dengan bersikap seperti itu. Aku menjadi hamba yang pamrih dan menghitung-hitung perbuatan seperti seorang pedagang yang menghitung untung-rugi. Sesuatu yang seharusnya, sepantasnya aku lakukan dengan sukarela dan ikhlas, seiring dengan cintaku yang bertambah pada-Nya. Tetapi ternyata cintaku hanya di permukaan, sungguh memalukan. Aku seperti berputar-putar pada lingkaran yang sama, dengan kemarahan yang aku fikir telah terkikis dengan berjalannya waktu, tetapi ternyata jalan yang ingin kulewati tidak menyediakan pintu-pintu yang mampu kutembus. Kekeraskepalaanku membuatku terus terpelanting, dan kemudian aku tidak berdaya. Kelelahan.
Mungkin kali ini memang teguran. Karena kalimat seperti itu sudah sering berkecamuk di hati dan otakku. Selalu aku cari jawabannya, menggunakan LOGIKA dan NILAI-NILAI yang kuyakini. Tetapi pada saat yang sama pula, aku terus menolaknya dan beragumentasi bahwa Tuhan pasti tidak ingin hambanya cepat menyerah, aku harus terus mencoba bagaimanapun juga. FIKIRAN inilah yang kemudian menjustifikasi kengototanku, kekeraskepalaanku, untuk terus menengok ke belakang, terus berharap dan berharap, meskipun aku SADAR bahwa kemungkinan gagal pasti ada, selalu ada. Dan terus terang ini menghabiskan energiku untuk bergerak maju ke depan.
Aku tidak mengerti mengapa aku seperti ini, sekeras ini memperlakukan diriku, memasukkan diriku sendiri ke dalam masalah, yang sesungguhnya aku berkuasa untuk memilih jalan lain yang lebih mudah. Sungguh aku tidak mengerti. Hal ini yang terkadang membuatku lelah menjadi diriku sendiri, lelah berperang dengan kengototanku, lelah mendengar argumen antara hati dan fikiran, juga lelah dibodohi orang lain yang tahu mengenai hal ini. Terus terang, aku berlipat-lipat kali membodohi diriku sendiri.
Tetapi siang ini, kali ini, bukan fikiran lagi yang berbicara tetapi HATI. Tapi aku meyakini bahwa suara itu bukan datang dari hatiku, juga bukan dari keinginanku, karena aku tahu apa keinginanku. Ini teguran, teguran yang teramat halus sebelum aku benar-benar terperosok dan tersandung, sebelum aku menjadi gila dan putus asa menghadapi keegoan diriku. Sesungguhnya aku harus menyerah pada kenyataan bahwa aku BUKAN siapa-siapa, aku TIDAK tahu apa-apa, dan aku TIDAK berkuasa apa-apa dalam hidupku. Agaknya hati dan otakku mulai searah dalam memberikan penguatan.
Aku sering mendengar, Iman itu berfluktuasi. Ada kalanya ia meningkat, adakalanya ia menurun. Mungkin saat ini saat yang tepat untuk memperbaiki keimananku, memperbaiki sikapku terhadap setiap peristiwa yang terjadi pada hidupku. Saatnya untuk menundukkan kepala, tidak meminta tetapi banyak memberi, dan yang pasti tanpa pamrih. Sesuatu yang sepertinya mudah tapi pasti sangat berat, saat nanti keimananku mencapai titik yang terendah. Karena itu aku harus berlari cepat dan tidak menoleh ke belakang lagi. Sesuatu yang pasti, aku merasa bahagia sekarang.
" Take a break, come on Mister!! "
You may download or print it. Free to reproduce in any form, as long as there's reference to www.protestposters.org. Thanks to Enda for the link!
You may download or print it. Free to reproduce in any form, as long as there's reference to www.protestposters.org. Thanks to Enda for the link!
Wednesday, January 22, 2003
" Appetite for Rachel Bolan "
My, my, my, I never thought that my old school's sweetheart is becoming a gorgeous-looking guy! Aaarrgghhhhh!!! *slurp-slurp* Thanks to Mikey for puting the link in his website. Siapa sih gerangan yang lagi gue omongin inih??
Uh! Tau SkidRow kan? *gulp* emm...sori gue lupa...mungkin buat yang idup pas masa SMP-SMA di awal taun 90-an dimana lagi parah-parahnya terjangkit musik metal (iieeeeyyuu...mokal banget ngaku2! *amazingly starring at my old-fashioned slang of Mokal*).
Hehehe...sebenernya niih...*malu-malu*...gini-gini pernah jadi vokalis band loh kita! Dengan rambut cepak, T-shirt, Jeans belel ketat, gelang bermacam model menuhin hampir separuh pergelangan tangan *Renny Djayusman banget gak sih gue???*, sepatu Reebok tinggi yang sengaja ngga diiket talinya (modelnya sekarang keluar lagi loh! gak tau malu banget!)...*sigh* pada masa itu sih ngerasa gaya itu yang paling keren....hehehe...terus pede nyanyi lagu-lagu slow rock di pentas seni sekolaan gue. Dipikir-pikir sekarang ini, ajegile juga gue pedenya! Biar kata suara pas-pasan (dan ngga tau caranya narik vokal dengan nafas perut!), gue asik-asik aja lolos seleksi dan nongol dua kali di acara seni tahunan yang namanya HSK (Hari Seni Kreativitas). Ngomong-ngomong...siapa yang disini mantan anak SMU 34 Pondok Labu?? Perkenalkan gue Dissi Bolan yang dulu ituh! *huaaaaa...!!! gubrak!!!*
Dan mengenai asal muasal nama Bolan yang nyangkut di belakang nama gue sejak kelas 1 SMA itu, ya karena gue trully-madly-deeply crushed on him waktu itu, meskipun ngga tau gimana awalnya bisa menemukan musik Skid Row dan menikmatinya. Mungkin karena dua lagunya "18 and Life" dan "I Remember" yang waktu itu meledak. Setelah dengerin semua lagunya, ternyata cucok dengan jiwa gue yang tukang ngeberontak itu. Tetapi bukan Skid Row aja yang nemenin gue saat itu. Ada Motley Crue, Metallica, G N' R, Iron Maiden, dan lainnya. Tapi sekeras-kerasnya Heavy Metal, gue cuma paling tahan denger Anthrax...Sepultura atau Kreator nyerah deh!
Saking cintanya, semua penjuru sekolah waktu itu gue beri tanda mata "Dissi Bolan was here!" buat mempublikasikan identitas baru gue yang *ceritanya* bagian dari Rachel Bolan. Di meja kelas, tembok kantin, WC, dimanapun tempat strategis So, untuk mengenang masa jaya-jayanya bersama musik metal, gue ikutin deh link yang ada di websitenya Mikey, pengin tau kabar Skid Row terbaru. Dan ternyata link yang ini lebih bagus, meski Official Site-nya tetep yang ini. Dan melihat Bolan yang sekarang, meskipun doski lahir taun 1966 (means 37 taun!), aduuuhhh....gantengnya kok semangkin-mangkin?? Tampangnya manglingin sekarang, dengan rambut cepak, ngga pake rantai di idung lagi (meski masih ditindik), dan ngga pake kacamata model polisi Chips lagi. Well, meskipun menggiurkan, gue sebenernya tetap nggak sreg dengan kostum-nya yang kadang-kadang suka rada dangdut itu (sori buat para penggemar Dangdut! No offense!). Kostum norak tipikal kostum grup-grup Metal jadul yang serba jaring-jaring dan celana kulit item super ketat yang ngga jelas itu. Mendingan pake jeans dan t-shirt aja deh loe Mas!
Ehm! Maap-maap kate, berhubung gue bukan penikmat musik sejati melainkan penikmat wajah-wajah segar para musisi band, so gue baru ngeh ternyata Bolan itu motornya SkidRow bareng Dave 'Snake' Sabo, dan ternyata dia yang menulis hampir semua lagunya. Gue sih baca peran dia sebagai song writer di lirik kasetnya, tapi ngga se-ngeh itu kalo kontribusinya sepenting itu. Ada juga band lain yang dia buat yang katanya mencerminkan dirinya yang sesungguhnya, namanya Prunella Scales.
Berikut kutipan tentang peran Bolan di Skid Row yang gue ambil dari Unofficial Site-nya Rachel Bolan
At 20 years old, Rachel met Snake at the Garden State Music Store, in NewJersey, where Snake worked. From this friendship came the idea of playing together on a band, and from this great idea was born Skid Row. With Skid Row, Rachel has been established as musician and song writer. Along the years, Rachel travelled around the world with the band and wrote amazing songs. Other than write songs and play with the Skid's musicians, Rachel also worked as producer and mixing of another band's cds.
Whatever it is, Skid Row yang udah almarhum itu, ternyata telah bangkit kembali, minus Bach as vocalis. Single pertama mereka Thick is The Skin bisa di download di website-nya. My, my, my...big hugs for you, Mr. Bolan!! You deserve it!! *wink* *wink*
Bolan is the left. *Look at him! Look at him!! *speecless**
See some other pictures of him.
My, my, my, I never thought that my old school's sweetheart is becoming a gorgeous-looking guy! Aaarrgghhhhh!!! *slurp-slurp* Thanks to Mikey for puting the link in his website. Siapa sih gerangan yang lagi gue omongin inih??
Uh! Tau SkidRow kan? *gulp* emm...sori gue lupa...mungkin buat yang idup pas masa SMP-SMA di awal taun 90-an dimana lagi parah-parahnya terjangkit musik metal (iieeeeyyuu...mokal banget ngaku2! *amazingly starring at my old-fashioned slang of Mokal*).
Hehehe...sebenernya niih...*malu-malu*...gini-gini pernah jadi vokalis band loh kita! Dengan rambut cepak, T-shirt, Jeans belel ketat, gelang bermacam model menuhin hampir separuh pergelangan tangan *Renny Djayusman banget gak sih gue???*, sepatu Reebok tinggi yang sengaja ngga diiket talinya (modelnya sekarang keluar lagi loh! gak tau malu banget!)...*sigh* pada masa itu sih ngerasa gaya itu yang paling keren....hehehe...terus pede nyanyi lagu-lagu slow rock di pentas seni sekolaan gue. Dipikir-pikir sekarang ini, ajegile juga gue pedenya! Biar kata suara pas-pasan (dan ngga tau caranya narik vokal dengan nafas perut!), gue asik-asik aja lolos seleksi dan nongol dua kali di acara seni tahunan yang namanya HSK (Hari Seni Kreativitas). Ngomong-ngomong...siapa yang disini mantan anak SMU 34 Pondok Labu?? Perkenalkan gue Dissi Bolan yang dulu ituh! *huaaaaa...!!! gubrak!!!*
Dan mengenai asal muasal nama Bolan yang nyangkut di belakang nama gue sejak kelas 1 SMA itu, ya karena gue trully-madly-deeply crushed on him waktu itu, meskipun ngga tau gimana awalnya bisa menemukan musik Skid Row dan menikmatinya. Mungkin karena dua lagunya "18 and Life" dan "I Remember" yang waktu itu meledak. Setelah dengerin semua lagunya, ternyata cucok dengan jiwa gue yang tukang ngeberontak itu. Tetapi bukan Skid Row aja yang nemenin gue saat itu. Ada Motley Crue, Metallica, G N' R, Iron Maiden, dan lainnya. Tapi sekeras-kerasnya Heavy Metal, gue cuma paling tahan denger Anthrax...Sepultura atau Kreator nyerah deh!
Saking cintanya, semua penjuru sekolah waktu itu gue beri tanda mata "Dissi Bolan was here!" buat mempublikasikan identitas baru gue yang *ceritanya* bagian dari Rachel Bolan. Di meja kelas, tembok kantin, WC, dimanapun tempat strategis So, untuk mengenang masa jaya-jayanya bersama musik metal, gue ikutin deh link yang ada di websitenya Mikey, pengin tau kabar Skid Row terbaru. Dan ternyata link yang ini lebih bagus, meski Official Site-nya tetep yang ini. Dan melihat Bolan yang sekarang, meskipun doski lahir taun 1966 (means 37 taun!), aduuuhhh....gantengnya kok semangkin-mangkin?? Tampangnya manglingin sekarang, dengan rambut cepak, ngga pake rantai di idung lagi (meski masih ditindik), dan ngga pake kacamata model polisi Chips lagi. Well, meskipun menggiurkan, gue sebenernya tetap nggak sreg dengan kostum-nya yang kadang-kadang suka rada dangdut itu (sori buat para penggemar Dangdut! No offense!). Kostum norak tipikal kostum grup-grup Metal jadul yang serba jaring-jaring dan celana kulit item super ketat yang ngga jelas itu. Mendingan pake jeans dan t-shirt aja deh loe Mas!
Ehm! Maap-maap kate, berhubung gue bukan penikmat musik sejati melainkan penikmat wajah-wajah segar para musisi band, so gue baru ngeh ternyata Bolan itu motornya SkidRow bareng Dave 'Snake' Sabo, dan ternyata dia yang menulis hampir semua lagunya. Gue sih baca peran dia sebagai song writer di lirik kasetnya, tapi ngga se-ngeh itu kalo kontribusinya sepenting itu. Ada juga band lain yang dia buat yang katanya mencerminkan dirinya yang sesungguhnya, namanya Prunella Scales.
Berikut kutipan tentang peran Bolan di Skid Row yang gue ambil dari Unofficial Site-nya Rachel Bolan
At 20 years old, Rachel met Snake at the Garden State Music Store, in NewJersey, where Snake worked. From this friendship came the idea of playing together on a band, and from this great idea was born Skid Row. With Skid Row, Rachel has been established as musician and song writer. Along the years, Rachel travelled around the world with the band and wrote amazing songs. Other than write songs and play with the Skid's musicians, Rachel also worked as producer and mixing of another band's cds.
Whatever it is, Skid Row yang udah almarhum itu, ternyata telah bangkit kembali, minus Bach as vocalis. Single pertama mereka Thick is The Skin bisa di download di website-nya. My, my, my...big hugs for you, Mr. Bolan!! You deserve it!! *wink* *wink*
Bolan is the left. *Look at him! Look at him!! *speecless**
See some other pictures of him.
Monday, January 20, 2003
" Time is Back! "
Sorry, sorry, I'm stuck with my words. Got lotsa thing in mind (yea sure, absent for 11 days for posting regular blogs!), but my English mood is on duty somewhere else. It took 2 hours already and I am just starring on my screen, typing, deleting, typing, deleting. Guess I'll finish the rest tomorrow, hoping the mood will be back soon. For some english speaker out there, hell, my sentence will only make you irritated. So, enjoy my English-Indo version this time! ;)
Latest news, I will have a long long journey to Surabaya, Jogja, and Solo, to interview some Maestro in Wayang Kulit (Ki Manteb), Composer (alm. Kusbini-hayoo ada yang tau siapa ini??), Sculpture (Edhy Sunaryo-yang bikin patung, salah satunya yang di Pancoran itu), Painting Artist (Rusli), Jazz Musician (Bubi Chen), and another Maestro in Dance whom I forgot. Diperkirakan sekitar 3 mingguan, berangkat around Januari minggu akhir. Will be three of us berangkat ke sana (Driver, Reporter, and Cameraman), mungkin ke Surabaya dulu atau Solo, baru terakhir ke Jogja. So, Surabaya, Solo, Jogja, here I cooommeee...!!!
Akhirnya beberes lagi di kantor, sibuk-sibuk lagi, setelah dua mingguan sempet rentengan sama anak-anak, rame-2 makan Bakmie Mas Yanto di Cilandak Tengah, makan makanan khas sunda di bawah jembatan Gondangdia yang najis penuhnya-rasanya standar-dan ngga lagi-lagi deh kesana kalo pas jam makan siang, asik-asik foto-2, nonton Buser sampe Kabar-Kabari, kalah-kalahan score Tetris, sampai ada yang nyempetin lari ke Senayan (gue sih ogah!!)...wah pokoknya ngga puguh-puguh banget! Gara-garanya kepastian nama-2 Maestro buat episode tahun ini yang telat di dapet, sedangkan stok buat bulan Januari udah kelar semua. Sempet kebat-kebit juga gara-2 sponsor utama ngga kunjung menandatangani kontrak perpanjangan Maestro karena masih cuti, sedangkan program yang lain masih in progress semua follow up-nya. Jadi senang-2 itu sebenernya nutupin stress-nya kita yang khawatir bakalan ada gonjang-ganjing di kantor. Tapi ternyata tidaaak...hari ini fix udah dapet siapa-siapa aja yang mau diliput. Senangnya...*dancing in the moonlight*.
Eh tapi ngomong-2 jarang juga kita bareng-2 kayak kemarin itu. Gosip, ngebodor, nonton Jelangkung dan AADC (Ada Apa dengan Dian Castro)...wah seru! sempet juga foto di depan mobil patroli Polisi waktu di bakmie Cilandak selagi Pak Pulisi-nya asik-2 makan sop kambing. Biasanya kalo udah back to normal, semua orang sibuk dengan stress-nya sendiri-2, ngejar narasumber yang ribet atau deadline yang mepet, dan jadi jarang ketemu or ngobrol-2. Kadang saking jarangnya kita ber'sosialisasi' antar temen, timbul juga konflik antar personal yang bikin suasana jadi ngga enak. So, seneng aja kemarin dua mingguan berada dalam suasana yang ngga 'normal' gitu. Fun banget, ngga ada yang dipikirin.
Sabtu kemarin nginep di rumah Rani yang celebrated her 28-year-birthday tanggal 18 Jan. Spent the day maen sama keponakan-2 kecilnya yang gemesin (dan ngga ngeselin, itu yang penting), tergiur makan Nasi Kebuli Manggarai yang (ternyata) garing banget rasanya dan ngelupain Sop Buntut dan Tiramisu yang ternyata enak banget dan gue ngga kebagian! Setelah beberes, ngobrol all night long sampe jam 6, ngomongin macem-macem yang terlintas di kepala. Ini orang yang paling klop sama gue, sohib sejak SMP, sama-2 Capricorn dan shio Macan, sama-2 bangor, dan meski keliatan pede, sebenernya kebingungan menghadapi jalan hidupnya masing-2.
So, males-malesan sampe Minggu siang. Sorenya nyempetin ngopi di Bakoel Koffie Kemang yang baru aja soft opening, bareng Ange yang gabung belakangan. Hmmm...thinking that Bakoel will be our primary place to hang out. Gile! Baru tau kalo kopinya ngga ada duanya!! Starbucks, CoffeeBeans, lewat!! Kopinya ngga ada apa-2nya, manis doang. Inih? Hmmm...nyam nyam...berani jamin!
Oh ya, hari Kamis kemarin sempet ke kantor AJI (Aliansi Jurnalis Independen) di Pejompongan, ada presentasi beasiswa STUNED dari Belanda, yang batas akhir submit application-nya Maret 2003. So, buruan deh tuh yang mau iseng-2 berhadiah. Visit homepage resmi NEC buat liat-liat. Jangan lupa, tanggal 25-26 Januari depan, ada Holland Education Fair di Kartika Chandra Hotel, dan 30-31 Januari di Surabaya (Sheraton Hotel). Chevenning Award-nya British Council juga udah buka deh kayaknya, soalnya batas akhir submit application April 2003, so sekarang waktunya hunting sekolaan, people!! (Duh, banyak yang mesti diberesin nih, translate transkript ke kampus, belajar-belajar-belajar, ambil tes TOEFL, cari kampus yang ada program TV Production/Journalism...Writing-nya piye? :) di keep dulu lah itu buat masa depan)
Eh, eh, pada nonton Maestro dong sekali-kali, terus kasih kritik/komentar apa kek. Masa nama temennya nampang di credit title, ngga ikutan bahagia sih?? :) Ya, pengin aja tau komentar dari anak-anak mude kayak lu pade.
Sorry, sorry, I'm stuck with my words. Got lotsa thing in mind (yea sure, absent for 11 days for posting regular blogs!), but my English mood is on duty somewhere else. It took 2 hours already and I am just starring on my screen, typing, deleting, typing, deleting. Guess I'll finish the rest tomorrow, hoping the mood will be back soon. For some english speaker out there, hell, my sentence will only make you irritated. So, enjoy my English-Indo version this time! ;)
Latest news, I will have a long long journey to Surabaya, Jogja, and Solo, to interview some Maestro in Wayang Kulit (Ki Manteb), Composer (alm. Kusbini-hayoo ada yang tau siapa ini??), Sculpture (Edhy Sunaryo-yang bikin patung, salah satunya yang di Pancoran itu), Painting Artist (Rusli), Jazz Musician (Bubi Chen), and another Maestro in Dance whom I forgot. Diperkirakan sekitar 3 mingguan, berangkat around Januari minggu akhir. Will be three of us berangkat ke sana (Driver, Reporter, and Cameraman), mungkin ke Surabaya dulu atau Solo, baru terakhir ke Jogja. So, Surabaya, Solo, Jogja, here I cooommeee...!!!
Akhirnya beberes lagi di kantor, sibuk-sibuk lagi, setelah dua mingguan sempet rentengan sama anak-anak, rame-2 makan Bakmie Mas Yanto di Cilandak Tengah, makan makanan khas sunda di bawah jembatan Gondangdia yang najis penuhnya-rasanya standar-dan ngga lagi-lagi deh kesana kalo pas jam makan siang, asik-asik foto-2, nonton Buser sampe Kabar-Kabari, kalah-kalahan score Tetris, sampai ada yang nyempetin lari ke Senayan (gue sih ogah!!)...wah pokoknya ngga puguh-puguh banget! Gara-garanya kepastian nama-2 Maestro buat episode tahun ini yang telat di dapet, sedangkan stok buat bulan Januari udah kelar semua. Sempet kebat-kebit juga gara-2 sponsor utama ngga kunjung menandatangani kontrak perpanjangan Maestro karena masih cuti, sedangkan program yang lain masih in progress semua follow up-nya. Jadi senang-2 itu sebenernya nutupin stress-nya kita yang khawatir bakalan ada gonjang-ganjing di kantor. Tapi ternyata tidaaak...hari ini fix udah dapet siapa-siapa aja yang mau diliput. Senangnya...*dancing in the moonlight*.
Eh tapi ngomong-2 jarang juga kita bareng-2 kayak kemarin itu. Gosip, ngebodor, nonton Jelangkung dan AADC (Ada Apa dengan Dian Castro)...wah seru! sempet juga foto di depan mobil patroli Polisi waktu di bakmie Cilandak selagi Pak Pulisi-nya asik-2 makan sop kambing. Biasanya kalo udah back to normal, semua orang sibuk dengan stress-nya sendiri-2, ngejar narasumber yang ribet atau deadline yang mepet, dan jadi jarang ketemu or ngobrol-2. Kadang saking jarangnya kita ber'sosialisasi' antar temen, timbul juga konflik antar personal yang bikin suasana jadi ngga enak. So, seneng aja kemarin dua mingguan berada dalam suasana yang ngga 'normal' gitu. Fun banget, ngga ada yang dipikirin.
Sabtu kemarin nginep di rumah Rani yang celebrated her 28-year-birthday tanggal 18 Jan. Spent the day maen sama keponakan-2 kecilnya yang gemesin (dan ngga ngeselin, itu yang penting), tergiur makan Nasi Kebuli Manggarai yang (ternyata) garing banget rasanya dan ngelupain Sop Buntut dan Tiramisu yang ternyata enak banget dan gue ngga kebagian! Setelah beberes, ngobrol all night long sampe jam 6, ngomongin macem-macem yang terlintas di kepala. Ini orang yang paling klop sama gue, sohib sejak SMP, sama-2 Capricorn dan shio Macan, sama-2 bangor, dan meski keliatan pede, sebenernya kebingungan menghadapi jalan hidupnya masing-2.
So, males-malesan sampe Minggu siang. Sorenya nyempetin ngopi di Bakoel Koffie Kemang yang baru aja soft opening, bareng Ange yang gabung belakangan. Hmmm...thinking that Bakoel will be our primary place to hang out. Gile! Baru tau kalo kopinya ngga ada duanya!! Starbucks, CoffeeBeans, lewat!! Kopinya ngga ada apa-2nya, manis doang. Inih? Hmmm...nyam nyam...berani jamin!
Oh ya, hari Kamis kemarin sempet ke kantor AJI (Aliansi Jurnalis Independen) di Pejompongan, ada presentasi beasiswa STUNED dari Belanda, yang batas akhir submit application-nya Maret 2003. So, buruan deh tuh yang mau iseng-2 berhadiah. Visit homepage resmi NEC buat liat-liat. Jangan lupa, tanggal 25-26 Januari depan, ada Holland Education Fair di Kartika Chandra Hotel, dan 30-31 Januari di Surabaya (Sheraton Hotel). Chevenning Award-nya British Council juga udah buka deh kayaknya, soalnya batas akhir submit application April 2003, so sekarang waktunya hunting sekolaan, people!! (Duh, banyak yang mesti diberesin nih, translate transkript ke kampus, belajar-belajar-belajar, ambil tes TOEFL, cari kampus yang ada program TV Production/Journalism...Writing-nya piye? :) di keep dulu lah itu buat masa depan)
Eh, eh, pada nonton Maestro dong sekali-kali, terus kasih kritik/komentar apa kek. Masa nama temennya nampang di credit title, ngga ikutan bahagia sih?? :) Ya, pengin aja tau komentar dari anak-anak mude kayak lu pade.
Subscribe to:
Posts (Atom)